Sepanjang pengalaman saya dalam berkarir di bidang psikologi.
Ada beberapa hal yang menjadi catatan saya tentang orang-orang yang saya temui di ruang konseling maupun ketika saya mengadakan interview calon karyawan.
Hampir sebagian besar mereka :
1. Tidak menyadari atau tidak mengetahui kemampuan diri mereka
2. Lebih banyak berfokus pada kelemahan yang dimiliki (bahkan ada yang tidak tahu keduanya)
3. Jangan membicara Goal/Tujuan hidup mereka (jika) mereka tidak mempunyai gambaran sama sekali tentang siapa dirinya
Bisa kita bayangkan, bagaimana mereka mengatur diri sendiri ???
Tidak heran jika kita bertanya pada seorang siswa yang duduk di bangku SMA 'kenapa kamu memilih jurusan IPA/IPS?' - mereka tidak dapat memberikan jawaban yang spesifik.
Menurut saya, semua hal yang saya ungkapkan diatas berakar dari "Self Unawareness" - agak sulit saya menemukan ungkapan tersebut dalam bahasa Indonesia.
Pertanyaannya adalah mengapa hal itu sampai terjadi ?
Kembali menurut pendapat saya, karena pola asuh orangtua kita. Sebagian besar kita di didik dalam pola kepenurutan yang absolut. Maksudnya, ketika orangtua kita membuat suatu aturan bagi anggota keluarganya, tidak disertai sebuah alasan yang dapat diterima. Dengan kata lain pola asuh yang dibangun tidak membuka peluang sebuah agumentasi.
Akibatnya sejak kecil kita sudah 'dibuatkan' pola yang harus kita tempuh. (itu di rumah)
Hal tersebut diperparah dengan pola pendidikan kita (di negeri tercinta kita Indonesia) - yang juga sudah memberikan 'pola' yang seragam dan harus di tempuh oleh siswa-siswanya.
Contoh : Seorang siswa TK yang membuat gambar matahari dengan warna biru, maka segera sang guru menyalahkannya dan 'membetulkan' dengan memberitahu bahwa warna matahari itu kuning.
Pola Asuh di rumah dan Pendidikan di sekolah yang sedemikian rupa, jelas tidak mengembangkan Self Awareness pada diri anak.
Kembali pada contoh gambar yang dibuat siswa TK tersebut.
Sang guru tidak bertanya kenapa dia menggambar matahari seperti itu.
Dengan latar belakang pemikiran bahwa Self Awareness sangat diperlukan dalam hidup seseorang untuk menjalani kehidupan yang semakin sulit, maka saya memberanikan diri untuk membangun sebuah pola pelatihan yang dikombinasi dengan 'pendampingan' - konseling.
Core Pelatihan tersebut kami beri nama SMART LIFE, pesan dibalik dua kata itu adalah smart merupakan kombinasi pemikiran yang cerdik dan kebijaksanaan dalam bertindak, maka kehidupan yang dijalani akan lebih mudah.
"SMARTLIFE make LIVE simple"
Silakan anda kunjungi web kami, temukan service / layanan yang kami tawarkan, dan harapkan dapat menjawab kebutuhan, akan pengembangan sumber daya manusia.
Semoga pemikiran ini memberikan inspirasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar